Crab mentality adalah pola pikir destruktif di mana seseorang berusaha menghambat atau menjatuhkan orang lain yang sedang berkembang, sering kali karena rasa iri atau kompetisi yang tidak sehat. Istilah ini berasal dari perilaku kepiting dalam ember—ketika satu kepiting mencoba keluar, kepiting lain menariknya kembali, sehingga tidak ada yang berhasil keluar.
Teori yang Mendukung Crab Mentality
Social Comparison Theory (Festinger, 1954)
Manusia secara alami membandingkan dirinya dengan orang lain untuk mengevaluasi dirinya sendiri. Dalam konteks crab mentality, ketika seseorang merasa tertinggal, ia bisa mengalami kecemasan atau iri hati, yang mendorong perilaku menjatuhkan orang lain agar tetap merasa superior atau setidaknya setara.
Zero-Sum Game Mentality
Berasal dari teori permainan (game theory), yang menyatakan bahwa dalam sebuah sistem tertutup, keuntungan satu pihak berarti kerugian pihak lain. Orang dengan crab mentality cenderung berpikir bahwa kesuksesan orang lain otomatis mengurangi peluangnya sendiri, padahal dalam banyak hal, kesuksesan bisa bersifat kolaboratif.
Theory of Envy (Smith & Kim, 2007)
- Benign envy (iri yang sehat), yang memotivasi seseorang untuk berusaha lebih keras.
- Malicious envy (iri yang merugikan), yang menyebabkan seseorang ingin menjatuhkan orang lain agar mereka tidak lebih unggul. Crab mentality sering kali muncul dari malicious envy.
Ciri-ciri Crab Mentality
- Iri dan Tidak Senang Melihat Orang Lain Sukses
Cenderung merasa terganggu atau tidak nyaman ketika melihat orang lain berkembang, terutama jika itu terjadi di lingkungan terdekatnya.
- Suka Menjatuhkan atau Meremehkan Orang Lain
Mereka sering berusaha mengecilkan pencapaian orang lain dengan mengatakan, "Ah, dia cuma beruntung," atau "Itu mah biasa aja."
- Enggan Memberikan Dukungan atau Apresiasi
Bukannya memberi semangat, mereka justru memilih untuk diam atau bahkan mengalihkan pembicaraan agar tidak membahas keberhasilan orang lain.
- Suka Bergosip atau Menyebarkan Rumor Negatif
Jika seseorang sukses, orang dengan crab mentality sering kali mencari celah untuk menjatuhkannya, seperti menyebarkan isu miring atau mencari kesalahan di masa lalu.
- Menganggap Kesuksesan Orang Lain sebagai Ancaman
Berpikir bahwa keberhasilan orang lain akan mengurangi peluang mereka sendiri, padahal kesuksesan bisa diraih bersama.
- Berpikir Bahwa Semua Harus Sama-Sama "Menderita"
Alih-alih termotivasi untuk ikut maju, mereka lebih memilih untuk menyeret orang lain ke bawah agar semuanya tetap di level yang sama
- Suka Mengkritik Tanpa Solusi
Bukan memberi saran yang membangun, justru lebih suka mengkritik secara negatif tanpa alasan yang jelas atau memberikan solusi.
Contoh Crab Mentality
Penyebabnya??
Dampaknya apa ya?
Bagaimana Cara Mengatasinya?